Presiden Ucapkan Selamat Hari Nyepi untuk Umat Hindu

KILATNUSANTARA.COM, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2024 kepada umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan Kepala Negara melalui unggahannya di profil jejaring sosial Instagram miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Presiden mendoakan agar umat Hindu diberikan kelancaran dalam pementasan Catur Brata Penyepian yang dilakukan dalam satu hari penuh tersebut. “Rahajeng Rahina Nyepi 2024, Warsa Anyar Caka 1946,” kata Presiden Jokowi melalui akun media sosial Instagram @jokowi, dikutip Senin (11/3/2024).

“Di hari suci Nyepi ini kita berharap pelaksanaan Catur Brata Penyepian dapat berjalan lancar bagi kita semua, khususnya bagi umat Hindu dimana pun,” kata Presiden lebih lanjut.

Presiden Joko Widodo mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2024 kepada umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan Kepala Negara melalui unggahannya di akun Instagram miliknya. (Foto: Instagram @jokowi)

Catur Brata Penyepian merupakan hari suci umat Hindu yang diperingati setiap Tahun Baru Saka. Tahun ini, umat Hindu merayakan hari Nyepi pada hari Senin, 11 Maret 2024.

Hari Raya Nyepi adalah waktu yang tepat untuk berdiam diri di dalam rumah. Juga berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk menyucikan Bhuana Alit (sifat manusia) dan Bhuana Agung (Alam Semesta). Mengutip laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, ada beberapa aturan dalam merayakan hari raya Nyepi.

Setidaknya ada empat aturan, yakni mengamati geni, mengamati lelanguan, mengamati perjalanan, dan mengamati hasil karya. Amati geni merupakan pantangan bagi umat Hindu untuk menyalakan api, listrik, penerangan.

Menyaksikan pelelangan adalah hal yang dilarang untuk bersenang-senang atau bersenang-senang selama Nyepi. Larangan yang ketiga adalah pelaksanaan lelungan, yaitu larangan bepergian.

Adapun larangan yang keempat, menjalankan pekerjaan, larangan bekerja pada hari raya Nyepi. Larangan ini berlaku selama 24 jam.

Larangan pada hari Nyepi dimaksudkan untuk menciptakan suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Juga untuk menciptakan keheningan dari segala nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

Sedangkan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali terdiri dari serangkaian upacara dan ritual. Perayaan Hari Raya Nyepi dimulai dari melasti, tawur senga, pengrupukan, nyepi hingga ngembak geni.


Tinggalkan Balasan