Aktivis Sebut BUMN RI Pasok Senjata ke Myanmar

Aktivis Sebut BUMN RI Pasok Senjata ke Myanmar

Sejumlah organisasi hak asasi manusia pada Selasa (3/10) mendesak Indonesia mengusut dugaan penjualan senjata yang dilakukan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia ke Myanmar. Indonesia sendiri telah berupaya mendorong rekonsiliasi di Myanmar sejak kudeta militer tahun 2021 yang memicu konflik luas di sana.

Berbagai organisasi mengajukan pengaduan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia pada hari Senin, menuduh bahwa tiga produsen senjata milik negara telah menjual peralatan ke Myanmar sejak kudeta, kata Feri Amsari, penasihat hukum para aktivis.

Myanmar dilanda kekerasan bersenjata, militer menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi lebih dari dua tahun lalu.

Organisasi yang mengajukan pengaduan antara lain dua organisasi Myanmar, yaitu Chin Human Rights Organization dan Myanmar Accountability Project, serta Marzuki Darusman, mantan jaksa agung dan aktivis hak asasi manusia Indonesia.

Dalam pengaduan tersebut mereka menuduh pembuat senjata Indonesia PT Pindad, pembuat kapal PT PAL dan perusahaan dirgantara PT Dirgantara Indonesia telah memasok peralatan ke Myanmar melalui True North, sebuah perusahaan Myanmar yang mereka katakan dimiliki oleh putra seorang menteri di pemerintahan militer negara tersebut.

PT Pindad dan PT PAL tidak segera menanggapi permintaan komentar. Direktur PT Pindad sebelumnya mengatakan kepada media, pihaknya sudah tidak menjual produk ke Myanmar sejak 2016.

PT Dirgantara Indonesia menyatakan belum pernah memiliki kontrak dengan Myanmar atau pihak ketiga terkait.

Tinggalkan Balasan