Gempa di Kupang, Tidak Ada Laporan Korban Jiwa

Gempa berkekuatan 6,1 SR menyebabkan kerusakan ringan pada rumah dan bangunan lainnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (2/11) pukul 04.04 WITA. Bencana tersebut menimbulkan kepanikan, namun tidak ada laporan adanya korban jiwa.

Gempa tersebut terasa kuat di beberapa kota dan desa serta menimbulkan kepanikan, kata Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa terjadi di darat dan tidak ada risiko tsunami.

“Gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan dan rumah,” tulis Daryono di platform media sosial X.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga Kupang, kota terbesar dan ibu kota NTT, bereaksi ketika rumah dan bangunan berguncang sesaat setelah fajar. Sejumlah saksi mata menyebutkan, atap kantor gubernur dan wali kota rusak.

Seorang pria menyimpan barang-barangnya di sebuah rumah yang rusak akibat gempa di Lumajang, Jawa Timur, 11 April 2021, sebagai gambaran.  (Foto: Antara/Zabur Karuru via REUTERS)

Seorang pria menyimpan barang-barangnya di sebuah rumah yang rusak akibat gempa di Lumajang, Jawa Timur, 11 April 2021, sebagai gambaran. (Foto: Antara/Zabur Karuru via REUTERS)

Survei Geologi AS mengukur kekuatan gempa sebesar 6,1 skala Richter dan mengatakan gempa terjadi 36 kilometer di bawah permukaan. Episentrum gempa berada 21 kilometer utara-timur laut Kupang di sisi barat Pulau Timor.

BMKG mengukur kekuatan gempa sebesar 6,3 magnitudo. Variasi dalam pengukuran awal gempa sering terjadi.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang aktif secara seismik, dengan gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami yang sering terjadi.

Gempa berkekuatan 5,6 SR di Cianjur, Jawa Barat tahun lalu menewaskan sedikitnya 602 orang. Gempa bumi ini merupakan bencana yang memakan korban paling banyak sejak gempa dan tsunami Palu tahun 2018 lalu yang menewaskan lebih dari 4.300 orang.

Pada tahun 2004, gempa bumi yang sangat dahsyat di Samudera Hindia menimbulkan tsunami yang menewaskan lebih dari 230 ribu orang di 12 negara, yang sebagian besar terjadi di Aceh. [uh/ab]

Tinggalkan Balasan