Hj. Erniwati Rasyid

Dugaan Korupsi DD Tiyuh Marga Jaya Indah Menjadi Temuan Inspektorat Untuk di Tindak Lanjuti

Dugaan Korupsi DD Tiyuh Marga Jaya Indah Menjadi Temuan Inspektorat Untuk di Tindak Lanjuti

TUBABA (RN) // kilatnusantara.com

Terkait dugaan korupsi Tiyuh Marga Jaya Indah, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang Barat memang menjadi temuan inspektorat kabupaten setempat.

H. Tasir, SE

Hal itu di katakan Inspektorat kabupaten Tulangbawang Barat, berkenaan dengan adanya kurangnya Volume dan dugaan Marp-up menjadi temuan inspektorat kabupaten setempat.

Dugaan Korupsi DD Tiyuh Marga Jaya Indah Menjadi Temuan Inspektorat Untuk di Tindak Lanjuti

“Pernah kami panggil kepalo nya, Kita turun bulan Oktober, kerjaan itu memang tidak bagus, tidak rapi, terkait persoalan itu memang masuk menjadi temuan kami. Saat ini sesuai dengan obyek kita di Irban II menjadi temuan kita,” kata Inspektorat Tubaba Prana Putra yang di sampaikan Irban II Aang melalui via Cellulernya, Selasa (22/11/2022).

Lanjutnya, berkenaan adanya temuan tersebut pihaknya akan melakukan naskah hasil laporan di lapangan untuk di tindak lanjuti ke pimpinan dengan di buatkannya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

“Itu menjadi LHP kami, sudah kita buatkan LHP untuk di naikkan ke pimpinan, setelah itu dari pimpinan akan membuatkan perintah ke Irban sus, itu yang akan menindaklanjuti nya apakah akan dibentuk timsus atau bagaimana nantinya, apapun itu bentuknya kurang bagus, kurang volume semua sudah menjadi temuan kita untuk di Tindak Lanjuti, ” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya adanya indikasi korupsi yang di lakukan kepalo Tiyuh Marga Jaya Indah Haryono dengan adanya dugaan Korupsi , mar-up dan kurangnya Volume pada pekerjaan peningkatan jalan usaha tani pada anggaran Dana Desa Tahun 2022.

Hal itu dibenarkan Ketua Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) Sukarman dan wakil BPT Marzuki dalam pengerjaan jalan usaha tani tersebut ditemukan kurangnya Volume 20 meter.

Temuan BPT itu saat di lakukan pengukuran ulang hanya di kerjakan sepanjang 180 meter saja, yang seharusnya sepanjang 200 meter sesuai RAB, selain itu adanya dugaan mar-up dalam pengerjaan itu mengingat hanya mengunakan alat berat Excavator selama tiga hari saja dalam pengerjaannya harus menghabiskan Uang Negara sebesar Rp.47.250.000 dari Dana Desa.

(Tamrin)

Tinggalkan Balasan

KILATNUSANTARA.COM