Tersangka Kasus Penipuan Tak Ditahan, Demonstran Geruduk Polres Buton Utara 

Tersangka Kasus Penipuan Tak Ditahan, Demonstran Geruduk Polres Buton Utara 

BUTON UTARA // kilatnusantara.com

DPD Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) Sulawesi tenggara (Sultra) menggerudu Polres kabupaten Buton Utara, karena tersangka dugaan penipuan Rp 311.600.000 yang menjerat pelaku Asna Alitamimi tak kunjung ditahan, Sabtu (7/1/2023)

Korlap aksi Mustafa mengatakan, banyak ketimbang dalam penanganan kasus di Polres Buton Utara, bahkan terdapat beberapa kasus di duga penyidik telah menerima suap, salah satunya kasus penipuan di mana tersangka tak kunjung di tahan.

“Kami menduga kasat reskrim Polres Buton Utara telah menerima suap, sehingga tersangka tidak ditahan oleh penyidik,” kata Mustafa dalam orasinya

Lebih ironisnya lagi, ia menyebutkan ada oknum penyidik Polres Buton Utara yang meminta 20 persen dari total hutang ke korban agar dilakukan percepatan penanganan kasus tersebut.

Ia meminta agar, penyidik Polres Buton Utara segera menahan tersangka kasus penipuan yang menjerat Asna Alitamimi, karena tersangka telah membuat keresahan.

“Katanya tidak di tahan karena sakit, sementara setiap hari tersangka jalan terus, dan cerita di mana-mana bahwa dia tidak bisa di tahan karena ada keluarganya yang anggota Polisi lindungi dia,” ujarnya

Ia juga meminta, agar Kapolda Sultra agar mencopot Kasat Reskrim Polres Butur karena telah mencederai cita-cita bangsa dan negara untuk menegakan hukum tidak pandang bulu.

Selain itu berharap, Propam Polda Sultra untuk memanggil dan memeriksa kasat reskrim dan jajaranya atas tindakanya yang tidak melakukan penanganan kasus tidak sesuai Peraturan Polri (perpol) Nomor 06 tahun 2019 tentang Pencabutan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

“Maka dengan demikian kami meminta sikap tegas kapolda sultra dalam waktu 3X24 jam agar segera memanggil kasat Reskrim dan jajarannya dan tahan pelaku tersangka yang telah menipu ibu kami Hj. Masna,” pintanya

Ibu Hj. Masna sebagai korban sudah melaporkan persoalan ini sejak 30 Maret 2022 tapi jalan di tempat, nanti pada bulan November 2022 lalu baru penyidik gelar perkara dan tetapkan Asna Alitamimi sebagai tersangka.

Kasus dugaan penipuan tersebut bermula pada tanggal 10 Januari 2022, pelaku Asna Alitamimi mengambil beras ke Masna (korban) sebanyak 20 ton seharga Rp 216 juta, kemudian 21 Januari 2022 pelaku mengambil beras sebanyak 15 ton dengan harga Rp 162 juta, dan pada tanggal 10 Februari 2022 pelaku kembali mengambil beras sebanyak 10 ton seharga Rp 108 juta.

“Korban pelaku membuat kesepakatan bahwa, akan dilakukan pembayaran dengan cara di cicil sebanyak Rp 3,5 juta perhari, setelah berjalan sekitar dua minggu pelaku meminta keringanan agar dilakukan pembayaran Rp 3 juta perhari, namun baru sekitar seminggu mereka minta lagi Rp 1 juta perhari, dan terakhir disepakati Rp 500 ribu perhari, tapi hanya berjalan seminggu saja setelah itu tidak bayar lagi,” ucapnya

Sehingga jika di totalkan jumlah keseluruhan uang yang di ambil oleh pelaku sebanyak Rp 486 juta namun telah terbayarkan Rp 174.400.000 sehingga sisah hutang pelaku sebanyak Rp 311.600.000.

Kasat Reskrim Polres Buton Utara AKP La Ode Sumarno menjelaskan, pihaknya telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan negeri Muna. Setelah itu pihaknya akan merampungkan berkas tahap satu agar dikirimkan ke Kejaksaan.

“Bantu kami untuk rampungkan berkasnya agar kami segera kirim berkas tahap satunya ke Kejaksaan. Paling lama satu minggu,” paparnya

Lanjutnya, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap pelaku karena berdasarkan pertimbangan penyidik, pelaku tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya. Ditambah faktor usia dan sakit.

Amran Mustar Ode

Tinggalkan Balasan

Keluarga Syahrul said = selamat hari jadi lampung ke 59 th= selamat hari jadi lampung ke 59 th= selamat hari jadi lampung ke 59 th=

KILATNUSANTARA.COM