Dubes Abdulla Salim: RI-PEA Junjung Toleransi

Dubes Abdulla Salim: RI-PEA Junjung Toleransi

KILATNUSANTARA.COM, Jakarta: Duta Besar Uni Emirat Arab (PEA) untuk Indonesia Abdullah Salim Al Daheri mengatakan Indonesia dan PEA mendukung toleransi. Menurutnya, seperti halnya Indonesia, masyarakat di PEA juga terdiri dari berbagai latar belakang dan hidup berdampingan.

“Yang kami pahami, Indonesia terkenal sebagai negara hidup berdampingan antaragama. “Indonesia dan PEA mempunyai kesamaan dalam hal toleransi dan keberagaman budaya, agama, dan ras,” kata Abdullah dalam jumpa pers peringatan “Hari Persaudaraan Manusia Internasional”, Selasa (30/01/2024) di kedutaan PEA, Jakarta.

“Ada lebih dari 200 kebangsaan (di PEA) yang hidup berdampingan secara harmonis, berbeda agama dan kepercayaan serta dapat hidup rukun.”

Abdullah juga memuji toleransi yang ditunjukkan masyarakat Indonesia yang hidup rukun meski berbeda asal usul. Abdullah menambahkan, hal tersebut ia alami sendiri, bahkan dalam contoh kecil di lingkungannya.

“Saya sudah tinggal di sini selama empat tahun dan saya melihat masyarakatnya hidup rukun, mereka sangat ramah terhadap orang asing. “Jika saya berada di lingkungan sekitar, tidak jarang saya datang dan menikmati secangkir kopi di rumah mereka,” ujarnya.

“Jadi ini menceritakan kisah bagus di balik perbedaan dan keyakinan yang berbeda di Indonesia. Kami memahami bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Muslim, tetapi kami memiliki umat Kristen, Budha, dan agama lain.”

Duta Besar Uni Emirat Arab (PEA) untuk Indonesia, Abdullah Salim Al Daheri bersama awak media usai pertemuan. (Foto: Kedutaan/Ist PEA)

Hal lain yang menjadi bukti Indonesia dan PEA menjaga toleransi di sektor pariwisata. Kedua negara tersebut dikenal sebagai destinasi wisata global dan mampu membuat wisatawan merasa aman.

“Kejahatan di PSI paling rendah di dunia dan itu sudah diumumkan, saya membacanya minggu lalu. Tiga atau empat kota berbeda di PEA termasuk dalam 10 kota teraman,” kata Abdullah.

“Indonesia juga merupakan negara atau negara wisata, kalau ke Bali, ke Lombok, ke provinsi lain, kita juga akan melihat orang asing hidup rukun dan damai di sini. Karena lingkungannya toleran, mereka sangat tanggap dan ramah.”

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah meyakinkan PEA akan terus berupaya mewujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai dan mengedepankan toleransi. Abdullah menjelaskan, hal ini merupakan bagian dari tujuan ditetapkannya “Hari Persaudaraan Manusia Internasional” yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2019.

“Sejarah Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional, tujuannya adalah untuk meningkatkan keharmonisan antar umat beragama. “Inisiatif ini diprakarsai oleh UEA, Mesir, Bahrain, dan Arab Saudi,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan