Novak Djokovic Gagal Mempertahankan Gelar Juara Australia Terbuka

Novak Djokovic Gagal Mempertahankan Gelar Juara Australia Terbuka

KILATNUSANTARA.COM, Melbourne: Pemain tunggal putra nomor satu dunia Novak Djokovic gagal mempertahankan gelar Australia Terbuka, atau Australia Terbuka (AO) 2024. Djokovic kalah dari petenis Italia Yannick Siner di semifinal KE di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Jumat (26/1/2024).

Sinner mengalahkan Djokovic dari Serbia dalam empat set 6-1, 6-2, 6-7 (6), 6-3. Kemenangan Sinner membuatnya lolos ke final Grand Slam pertama dalam karirnya.

“Itu adalah pertandingan yang sangat, sangat sulit. Saya memulai dengan sangat baik,” kata Sinner kepada Jim Courier di lapangan, seperti dilansir Page Tenis.comJumat.

Petenis berusia 22 tahun asal Italia ini menilai Djokovic sedang dalam kondisi buruk saat bermain melawannya. “Selama dua set, saya merasa dia merasa tidak enak badan di lapangan,” kata Sinner.

Novak Djokovic (kiri) kalah dari Yannick Sinner (kanan) di semifinal Australia Terbuka 2024, Jumat (26/1/2024) (Gambar: Istimewa)

“Jadi, saya hanya mencoba untuk terus mendorong,” Djokovic di AO 2023 baru saja mempertahankan gelarnya lagi. KE 10, setelah absen KE 2022 karena visanya ditolak oleh pemerintah Australia.

Sinner pun mengaku sangat menantikan laga melawan Djokovic. Sebab, kata dia, selalu menyenangkan memiliki lawan seperti Djokovic karena bisa mempelajari permainannya.

“Saya kalah dari dia (Djokovic) tahun lalu di semifinal Wimbledon. Jadi saya rasa saya belajar banyak dari itu, itu bagian dari prosesnya,” kata Sinner.

Sinner saat ini berada di peringkat ke-4 di ATP World Singles Rankings. Dia memulai karir tenis profesionalnya pada tahun 2018.

Sinner juga menulis cerita tentang negara asalnya, Italia. Pasalnya, sebelumnya belum ada petenis putra/putri Italia yang lolos ke babak final Australia Terbuka.

Namun, delapan petenis Italia sebelumnya telah mencapai final Helm besar. Tapi tidak di Melbourne.

Orang Italia mencapai final Grand Slam sepanjang masa:

1. Nicola Pietrangeli: 4 final Roland Garros [1959, 1960, 1961, 1964]

2. Francesca Schiavone: 2 final Roland Garros [2010, 2011]

3. Giorgio de Stefani: 1 final Roland Garros [1932]

3. Adriano Panatta: 1 final Roland Garros [1976]

4. Sara Errani: 1 final Roland Garros [2012]

5.Flavia Pennetta: 1 final AS Terbuka [2015]

6. Roberta Vinci: 1 final AS Terbuka [2015]

7. Matteo Berrettini: 1 final Wimbledon [2021]

8. Yannick Sinner: 1 final Australia Terbuka [2024].


Tinggalkan Balasan