Menjelajahi Dimensi Spiritualitas Peristiwa Isra Mikraj

Menjelajahi Dimensi Spiritualitas Peristiwa Isra Mikraj

KILATNUSANTARA.COM, Jakarta: Dalam perayaan Isra Mikrai kali ini, kita dihadapkan pada momen bersejarah yang melampaui batas fisik dan memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Merayakan Isra Mikrai bukan sekadar hari libur nasional.

Namun juga merupakan ajakan untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam acara ini. Ustadz Mulawarman Hannase menyatakan, di era yang didominasi generasi milenial dan generasi Z, banyak yang kehilangan nilai-nilai spiritual dan ritual keagamaan.

“Kesuksesan seringkali diukur dari pencapaian materi dan jabatan. Mulai meninggalkan aspek spiritual dalam hidup,” ujarnya pada acara Kajian Islam “Mutiara Pagi” di Pro1 RRI Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Menggali Dimensi Spiritual Peristiwa Isra Mi’raj (Foto: Jeremy Yap/Unsplash)

Menurut Ustadz Mulavarman, Isra Mikrai mengajarkan kehidupan tidak hanya tentang materi dan dunia duniawi. Namun juga untuk dimensi spiritual.

Ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam ke Sidratul Muntaha, Allah memerintahkannya untuk menunaikan shalat. Menunjukkan pentingnya shalat sebagai sarana mengingat Allah dan menenangkan hati.

“Namaz bukan sekedar ritual tapi juga sarana menenangkan jiwa jika dilakukan dengan khusyuk,” ujarnya. Ia mengatakan, peristiwa Isra Mikraj juga merupakan ujian keimanan, sehingga diperlukan keimanan yang kuat untuk mengimani peristiwa tersebut.

Pada dimensi ritual, perayaan Isra Mikraj mengajarkan penghormatan terhadap peristiwa besar dalam agama Islam. Penghormatan tersebut diwujudkan dengan penetapan hari libur nasional sebagai bentuk pengakuan atas kehebatan acara tersebut.

Menjelajahi Dimensi Spiritualitas Peristiwa Isra Mikraj

Ilustrasi (Foto: Sinan Toy/Unsplash)

Nilai-nilai spiritual Isra Mikraj mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan. Tentu saja antara kehidupan duniawi dan spiritual.

“Selama perjalanan dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha. Keith“a diajak merenungkan tujuan hidup yang lebih tinggi dan kekal, yaitu akhirat,” ujarnya.

Merayakan Isra Mikraj merupakan saat untuk memperdalam ajaran agama, merefleksikan nilai-nilai spiritual dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kata dia, Isra Mikraj bisa menjadi momen untuk mengambil hikmah dan mengaplikasikannya dalam hidup untuk mencapai keamanan spiritual dan kebahagiaan sejati.


Tinggalkan Balasan