WNI di Bangladesh Senang, Partisipasi Pemilu Tinggi

WNI di Bangladesh Senang, Partisipasi Pemilu Tinggi

KILATNUSANTARA.COM, Jakarta: Pemungutan suara pemilu Indonesia di Bangladesh telah berakhir pada Jumat (9/2/2024). Jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Bangladesh dan Nepal adalah 379.

Rinciannya, 223 orang memilih melalui pos dan 156 orang memilih di tempat pemungutan suara (TPS) KBRI Dhaka. Pemungutan suara dimulai pada pukul 09.30 dan berakhir pada pukul 19.00 waktu setempat.

KPU juga menerima warga negara Indonesia yang telah pindah memilih dan belum terdaftar sebagai pemilih baik dalam DPT maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Hari ini ada daftar pemilih khusus dan pemilih tambahan. Kita tampung, kita layani,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) di Dhaka, Bangladesh, Ricky Sofian, berbicara kepada Pro3 RRI, Jumat (09/02/2024).

Suasana pemungutan suara di TPS yang dipusatkan di KBRI Dhaka, Bangladesh, Jumat (9/2/2024. Sebanyak 379 pemilih di Bangladesh dan Nepal tercatat dalam DPT. (Foto: PPLN Dhaka)

Pemilih yang rata-rata merupakan pekerja antusias memberikan suaranya pada pemilu 2024. Ricky mengatakan, tingginya animo pemilih tidak lepas dari kerja keras KBRI dalam menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana dalam bentuk bazar.

“Kami memperkirakan malam ini perkiraan jumlah pemilih adalah 95 persen dan semua pemilih keluar. Kami bersyukur KBRI Dhaka mengadakan acara silaturahmi yang mengajak WNI untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara hari ini,” ujarnya.

Atas prestasi tersebut, kata Riki, Duta Besar RI Heru Hartanto Subolo mengaku senang dengan besarnya partisipasi warga Indonesia pada pemilu tersebut. “Pak Heru senang karena seluruh WNI bisa memilih. Kami juga tidak mendapat protes dari warga Indonesia, jadi semuanya senang.”

Ricky mengungkapkan, tidak ada saksi dari partai politik maupun calon presiden/wakil presiden pada pemilu kali ini karena tidak ada yang mendaftar. Saat itu saksi datang dari Panvaslu.

“Oleh karena itu, kami menunggu 30 menit agar saksi dari parpol tidak muncul dan kami bisa melanjutkan ke pemungutan suara. Pemilihan umum dihadiri saksi dari pengawas TPS dari Panvaslu,” kata Ricky.

Baca Juga: Pemungutan Suara Ditutup, Jumlah Suara Indonesia Tinggi di Pemilu Iran

Surat suara dan logistik selanjutnya akan ditempatkan di tempat yang steril dan diawasi kamera atau CCTV. Sedangkan untuk penghitungan suara akan dilakukan pada tanggal 14 Februari atau menurut penghitungan di Indonesia, sedangkan penghitungan suara melalui pos akan dilakukan pada tanggal 15 Februari 2024.

Sedangkan untuk keamanan, selain kerjasama dengan atase pertahanan KBRI dan kepolisian setempat.


Tinggalkan Balasan