Perang Saudara Tak Pengaruhi Pemilu Indonesia di Sudan

Perang Saudara Tak Pengaruhi Pemilu Indonesia di Sudan

KILATNUSANTARA.COM, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Luar Negeri Khartoum memastikan pemilu Indonesia di Sudan akan digelar sesuai jadwal pada Jumat (2/9/2024). Meski Sudan masih dilanda perang saudara.

Situasi kondusif, tenang menjelang pemungutan suara di wilayah kerja PPLN Khartoum, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) Khartoum, Mohammed Luqman Hambali, saat ditemui Pro3 RRI, Senin (5/2/2024).

Lukman menjelaskan, ada 55 warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), dengan rincian 6 orang melalui pos. Metode pos untuk WNI di Sudan Selatan dan selebihnya memilih melalui TPS di kantor KBRI Port Sudan.

Pemilih biasanya adalah pejabat KBRI dan para pekerja, para pekerja migran Indonesia yang bekerja di pabrik gandum. Lukman membenarkan tempat pemungutan suara tersebut
jauh dari zona konflik yang terletak di ibu kota Khartoum, Darfur dan Al Jazeera.

“Port Sudan, sebelah timur Sudan, berjarak 1.000 kilometer dari lokasi perang di ibu kota, Khartoum. “Jadi jaraknya relatif jauh,” ucapnya.

Pejabat PPLN di Khartoum, Sudan, memeriksa dokumen simulasi penghitungan suara. Ada 55 WNI yang tergabung dalam DPT, termasuk warga Sudan Selatan. (Foto: PPLN Khartoum)

Diakui, tidak mudah menyelenggarakan pemilu di tengah perang yang berkecamuk. Lukman mencontohkan distribusi logistik dari Jakarta kesulitan, sehingga dialihkan ke Kairo, Mesir.

PPLN terus berkoordinasi dengan KBRI dan Kementerian Luar Negeri RI. “Logistik KPU dari Jakarta ke Port Sudan tidak memungkinkan karena tidak ada lagi kantong diplomatik karena kondisi perang. Pengiriman logistik dialihkan ke Kairo, lalu PPLN mengambil alih logistik di Kairo,” kata Luqman mengakhiri pembicaraan.


Tinggalkan Balasan